Breaking News
Join This Site
SMD UMUSLIM, Wonderfull Indonesia di Negeri Bolliwood

SMD UMUSLIM, Wonderfull Indonesia di Negeri Bolliwood

Uttar Pradesh - Universitas Almuslim mendapatkan undangan untuk menampilkan kebudayan Indonesia, khususnya budaya aceh, ke negeri bolliwood tepatnya di kampus Aligarh muslim university Uttar Pradesh India, pada tanggal 24 s.d 25 maret 2018, dimana mahasiswa universitas almuslim akan menampilkan beberapa seni kebudayaan aceh yaitu, tari ranup lampuan, rapai saman, dan tari suloh.

Safwandi, S.Pd selaku almuni Universitas Almuslim yang tergabung dalam tim (SMD) melaporkan kondisi dari india, Mahasiswa yang tergabung dengan tim sanggar mirah delima (SMD) almuslim berjumlah 19 orang telah berangkat memenuhi undangan dari pihak persatuan pelajar Indonesia Aligarh di India, kami berangkat pada tanggal 21 maret dari bireuen dengan perjalanan darat menuju medan, sampai di medan terbang ke Kuala Lumpur transit sementara dan dari Malaysia lansung menuju New Delhi, sesampai di bandara kami disambut hangat oleh persatuan pelajar Indonesia di Aligarh, dari bandara Indira Gandi kami langsung berangkat dengan bus menuju kampus Aligarh di uttar Pradesh.

Kondisi malam hari di India sangat dingin padahal bulan maret ini sudah masuk musim panas kami terasa menggigil karena belum terbiasa dengan kondisi cuaca di india, pengalaman yang saya liat dari kondisi di india adalah kita akan sering mendengar suara klakson dari sepeda motor dan mobil, ini mungkin terasa asing bagi kami.

Pada hari jum’at dimana bagi laki-laki wajib menunaikan shalat jumat ketika itu saya memakai sarung khas Indonesia dan para jamaah di india banyak yang melirik melihat aneh dengan penampilan saya, ternyata saya lihat tidak ada yang memakai sarung dan banyak yang bertanya kepada saya, where are you from? I’m from Indonesia, dan setelah itu saya bertanya ke teman pelajar Indonesia di india, kenapa mereka heran melihat penampilan saya ? ternyata bukan tidak ada sarung di india tapi kebiasaan yang memakai sarung di india itu adalah penarik becak, kalau di sini dinamakan rikhsa dan ada juga “tup-tup” yang bentuknya seperti becak motor di Aceh tempat saya tinggal.


Mayoritas umat muslim disini bermazhab imam hanafi, dimana ada sedikit perbedaan dalam melakukan ibadah shalat. Waktu shalat di India berbeda dengan di Aceh, terkadang dilakukan tidak tepat waktu, hal ini karena kondisi cuaca yang sering tidak menentu berubah tanpa musim, kebijaksanaan ulama disana waktu shalat di ambil pada waktu pertengahan artinya lebih telat dari awal waktu, misal awal waktu shalat zuhur itu jam 13:00, disini dimulai jam 14:00, lebih telat karena pengaruh cuaca yang ekstrem dan itu sudah kesepakatan ulama india yang bermazhab Imam Hanafi, inilah mungkin perbedaan yang saya rasakan dan india begitu nyaman bagi saya karena islam yang ada di india ini sangat kaffah dalam menjalankannya, banyak wanita muslim disini pun rata-rata bercadar. Jelas Safwandi. (Az).