Breaking News
Join This Site
POLRI Tak Sepakat Hukuman Pancung di Aceh Diterapkan

POLRI Tak Sepakat Hukuman Pancung di Aceh Diterapkan

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto. (Liputan6.com)
Jakarta- Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengomentari wacana penerapan hukuman pancung (qishash) untuk para pelaku kejahatan seperti pembunuhan di Aceh. Menurutnya, hukuman itu tidak sesuai perundang-undangan.
Selama ini Aceh telah menerapkan hukum syariat Islam di beberapa kasus pelanggaran berupa hukuman cambuk. Namun pada wacana kisas ini, apalagi dengan penerapan hukuman pancung, Polri tak sependapat dengan yang satu ini.
“Kalau hukum pancung harus dipertimbangkan dulu. Karena di dalam UU kita, hukuman itu bukan balas dendam, tapi untuk pembinaan,” ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (15/3).
Setyo menambahkan bahwa, masyarakat harus kembali pada esensi hukum yang ada di Indonesia, yakni pembinaan. Hukum di Indonesia itu bukan berdasar pada balas dendam, seperti darah dibalas dengan darah atau nyawa dibalas dengan nyawa. Makanya penjara para terpidana, namanya adalah Lembaga Pemasyarakatan. Diharapkan setelah kembali dari penjara hidup masyarakat lebih baik lagi dan tidak mengulangi kesalahan-kesalahan yang sudah diperbuat.
Selama ini, kepolisian di Aceh tetap menerapkan hukum nasional. Sementara penerapan hukum syariat berdasarkan qanun (peraturan daerah) di beberapa wilayah di Aceh selama ini dilakukan oleh Wilayatul Hisbah (WH) di bawah Satuan Polisi Pramong Praja (SATPOL PP).
“Kalau polisi kita hukum nasional. Ada enggak orang pacaran ditangkap? Enggak ada. Yang menangkap adalah polisi syariah,” ucap Setyo.(Az)

Sumber : liputan6.com