Breaking News
Join This Site
Pemerintah Aceh Akan Kawal Wakaf Baitul Asyi di Makkah

Pemerintah Aceh Akan Kawal Wakaf Baitul Asyi di Makkah


BANDA ACEH -PEMERINTAH Aceh akan terus  menolak dan mengawal wakaf Baitul Asyi di Arab Saudi. Jika bertujuan mengalihkan pengelolaan tanah wakaf Asyi di Mekkah kepada pihak lain selain nazir waqaf.

Gubernur Irwandi Yusuf mengingatkan supaya pengelolaan harta waqaf Baitul Asyi di Arab Saudi tetap harus sesuai dengan ikrar waqaf dari Habib Bugak, yaitu untuk kemaslahatan warga Aceh yang berada di Mekkah, baik dalam rangka naik haji maupun menuntut ilmu,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintahan Aceh Mulyadi Nurdin Lc MH, Rabu (14/3).

Mulyadi Nurdin mengatakan, bahwasanya tanah waqaf Baitul Asyi bukan aset pemerintah Aceh dan juga bukan aset Pemerintah Indonesia, akan tetapi langsung berada dibawah manajemen Nadhir waqaf asyi di Arab Saudi, sehingga dalam hal ini Pemerintah Aceh dan Pemerintah Indonesia tidak akan bisa intervensi apapun. 

“Bahwa yang berwenang mengelola harta waqaf asyi di Arab Saudi adalah nadhir waqaf yang sudah ditunjuk, tidak boleh dialihkan atau digantikan oleh pihak manapun selamanya,” ujar Mulyadi Nurdin.

Ia juga mengatakan, selama ini nadhir waqaf sudah melakukan investasi pengembangan tanah waqaf asyi bekerjasama dengan beberapa investor di Arab Saudi, sehingga rakyat Aceh mendapat imbalan berupa biaya yang diberikan langsung kepada jamaah haji Aceh setiap tahun. ‘’Aspirasi yang berkembang di Aceh terkait rencana investasi BPKH di atas tanah waqaf asyi, akan disampaikan kepada nadhir waqaf asyi di Mekkah,” lanjutnya lagi.

Oleh karena itu pemerintahan Aceh meminta agar rakyat Aceh tidak perlu khawatir akan keselamatan tanah wakaf Asyi. Sebab tanah itu berada di bawah hukum Syariat Islam yang diterapkan di Arab Saudi, yang selalu memelihara dan melindungi tanah wakaf sesuai dengan akad yang sudah diikrarkan Habib Bugak Asyi.