Breaking News
Join This Site
Katsuko Saruhashi Jadi Tema di Google Doodle Hari Ini

Katsuko Saruhashi Jadi Tema di Google Doodle Hari Ini

NANGGROENEWS.COM, Jakarta Pakar geokimia asal Jepang,Katsuko Saruhashi, menjadi tema di Google Doodle hari ini, Kamis, 22/3/2018.  Karena pada hari ini amerupakan hari lahirnya Saruhashi. Dia lahir di Jepang pada tanggal 22 Maret 1920. Sia meninggal akibat pneumonia pada 29 September 2007 di Tokyo.

Doodle hari ini dibuat Google untuk memperingati hari lahir Saruhashi dan kontribusinya yang luar biasa untuk sains. Jalan pedangnya di dunia sains bermula dari cerita soal hujan. Kala Saruhashi masih menempuh pendidikan sekolah dasar, dia kadang melamun di kelas saat hujan turun dan menikmati rintiknya.

Dari situ ia mulai bertanya, apa yang membuat hujan turun? Dari sanalah dia ingin mempelajari misteri alam dan kandungannya. Setelah lulus dari sekolah tinggi, dia lantas melanjutkan pendidikannya di Women's College of Science, kini berganti nama menjadi Universitas Toho.
Saruhashi merupakan perempuan pertama di Jepang yang mendapat gelar doktor di bidang kimia. Dia meraih gelar doktor tersebut dari Universitas Tokyo pada 1957. Di mata dunia, dia dianggap spesial karena menjadi perempuan pertama yang mempelopori bidang geokimia di Jepang.

Dia dikenal sebagai ilmuwan yang produktif, khususnya bidang geokimia dan radiasi radioaktif. Saruhashi juga menjadi yang pertama mengukur secara akurat konsentrasi asam karbonat dalam air beradasarkan suhu, tingkat keasaman (pH) dan klorinitas. Fokus penelitiannya tersebut menghasilkan "Tabel Saruhashi". Tabel ini terbukti sebagai metodologi kuat bagi para ahli kelautan dunia hingga sekarang.

Perempuan yang menjadi salah satu ilmuwan wanita berpengaruh abad ke-20 ini juga aktif meneliti dampak nuklir di lautan. Dia sampai membuat metode untuk melacak perjalanan radiasi radioaktif melalui arus laut.

Selama 35 tahun berkarier di bidang geokimia, Saruhashi diganjar berbagai penghargaan. Di dalam negeri, tepatnya pada 1980, dia merupakan perempuan pertama yang terpilih menjadi anggota Dewan Ilmu Pengetahuan Jepang dan perempuan pertama yang meraih Miyake Prize pada 1985 untuk bidang geokimia.

Di luar negeri, dia meraih Avon Special Prize for Women atas penelitiannya tentang penggunaan nuklir secara damai. Atas kontribusinya di dunia sains, pemerintah Jepang pun sampai menetapkan penghargaan Saruhashi Prize sejak 1981 untuk para ilmuwan perempuan yang melahirkan terobosan-terobosan baru dalam bidang sains. (MK)

Artikel ini dikutip dari Tempo.co