Breaking News
Join This Site
Aceh Ingin Berlakukan Hukum Pancung, Seperti Arab Saudi

Aceh Ingin Berlakukan Hukum Pancung, Seperti Arab Saudi

Banda Aceh, (16/03) - Pemerintah Provinsi Aceh berencana menerapkan hukum pancung kepada terpidana pelaku pembunuhan berencana. Selain dinilai sesuai dengan Syariah Islam, hukuman tersebut diyakini akan menimbulkan efek jera bagi pelaku-pelaku pembunuhan lainnya.

Pemerintah Provinsi Aceh mempertimbangkan perluasan Syariah Islam dengan menambahkan hukuman pancung sebagai hukuman untuk kasus pembunuhan berencana.

Kepala Bidang Bina Hukum Syariat Islam dan Hak Asasi Manusia Aceh, Dr Syukri Bin Muhammad Yusuf, mengatatakan pemerintah provinsi aceh telah mengajukan permohonan resmi kepada departemennya untuk melakukan studi terhadap usulan tersebut. "Hukum pancung sebenarnya sudah sesuai hukum Islam dan akan menimbulkan efek jera," ujarnya.

"Kami akan mulai membuat draf hukum setelah menyelesaikan naskah akademik."
Permintaan itu sudah dilayangkan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf pada Januari silam. Ia menilai jika hukum pidana tidak bisa memberikan hukuman mati atau jera kepada pelaku pembunuhan berencana, ia akan menerapkan hukum Qisas. "Aceh diberikan wewenang dalam menerapkan syariat Islam di daerahnya,” ujarnya seperti dikutip Tribunnews.

Hal senada diungkapkan Dr. Syukri. Menurutnya hukuman yang dijatuhkan kepada pelaku pembunuhan selama ini masih tergolong ringan. Sehingga setelah keluar dari penjara, pelaku bukan tidak mungkin lagi melakukan hal serupa. "Dengan memberlakukan hukum syariat ini akan terjamin nyawa-nyawa orang tidak akan melayang lagi akibat pembunuhan. Kenapa? karena orang sudah takut akan membunuh. Ketika orang sudah takut membunuh maka nyawa orang lain akan selamat, nyawa dia juga akan selamat," ujarnya seperti yang dikutip detik.com

Dalam dalihnya Syukri membandingkan Indonesia dengan Arab Saudi yang telah lebih dulu memberlakukan hukum pancung kepada pelaku-pelaku pembunuhan. "Kalau hukuman bagi pembunuh diterapkan sangat berat, maka orang akan menahan diri untuk membunuh," imbuhnya lagi.(Az).